Tips Menaklukan Gunung Prau untuk Pendaki Pemula
Seiring dengan maraknya kegiatan mendaki gunung, banyak pemula yang mengawali track recordpendakiannya dengan mulai menaklukkan gunung-gunung dengan tingkat kesulitan rendah. Dalam hal ini,Gunung Prau tak lepas dari incaran. Bukan tanpa alasan para pendaki pemula ini memilih Gunung Prau. Banyak yang menilai gunung ini termasuk mudah untuk ditaklukkan. Maka, sangat cocok bagi pendaki pemula untuk memperoleh pengalaman mendaki pertamanya di sini. Nah, kalau kamu juga tertarik untuk menaklukkan gunung yang satu ini, kamu wajib tahu beberapa hal tentang Gunung Prau. Yuk, simak ulasan berikut.
Dinginnya, brrrr…!
Dari segi ketinggian, puncak Gunung Prau merupakan titik tertinggi di dataran tinggi Dieng, yakni terletak pada 2565 mpdl. Dengan ketinggian ini, kawasan Gunung Prau berhawa dingin. Bahkan sebelum kamu mulai mendaki, kamu akan merasakan hawa dingin segar khas dataran tinggi Dieng. Di puncaknya, suhu udara akan lebih dingin lagi. Sebagai gambaran dinginnya suhu udara di puncak Prau, apabila kamu merebus air hingga mendidih dan membiarkannya di udara terbuka selama beberapa menit saja, air tersebut akan segera dingin. Pakaian hangat tentu wajib dibawa. Kalau perlu, bawalah syal, kaos kaki, dan kaos tangan.
Persiapan yang matang itu wajib
Karena ketenarannya, Gunung Prau sering kali dipadati pendaki, terutama ketika hari libur. Menjelang hari jadi Indonesia pada 17 Agustus 2015 kemarin, misalnya, jumlah pendaki yang memadati Gunung Praumencapai ribuan. Dari ribuan pendaki ini, tidak sedikit yang masih pemula dan belum berpengalaman,sehingga beberapa pendaki mengalami kecelakaan. Sebagian besar kecelakaan tersebut disebabkan pendaki yang pingsan, kedinginan, kelelahan, terkilir, dan lecet.
Untuk menghindari kesalahan serupa, persiapan yang matang sebelum mendaki itu wajib. Meski puncakGunung Prau bisa dicapai hanya dalam waktu beberapa jam, menyepelekan persiapan bisa jadi kesalahan fatal. Bekal utama yang perlu kamu persiapkan selain logistik dan pakaian hangat adalah stamina. Lakukan olahraga beberapa hari sebelum memulai pendakian dan pastikan tubuhmu siap menaklukan Gunung Prau. Jangan sampai terjadi sebaliknya: Gunung Prau menaklukanmu.
Ini dia pemandangan menakjubkan dari Gunung Prau
Untuk mencapai Gunung Prau, kamu bisa melewati tiga jalur pendakian, yaitu: jalur Pranten di Kabupaten Batang, Jalur Patak Banteng di Wonosobo, dan jalur Kenjuran di Kendal. Jalur yang paling sering dilewati adalah Jalur Patak Banteng di Wonosobo. Kalau kamu mendaki melalui jalur ini, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan yang asri di dataran tinggi Dieng, berupa hamparan lahan sayur-mayur dan tebing-tebing curam.
Sesampainya di basecamp, kamu akan disambut dengan udara yang dingin tapi menyegarkan. Karena letaknya di dataran tinggi, kawasan ini lebih sering berkabut. Kamu mungkin tidak akan bisa melihat puncakGunung Prau dari basecamp karena kabut ini.
Dari basecamp, perjalanan menuju puncak Gunung Prau dimulai dengan melewati gang kecil di antara rumah-rumah warga yang kemudian menuju ke lahan pertanian. Pada awal pendakian, kamu bisa melihat tanaman buah dan sayur segar di kanan-kirimu seperti carica (buah khas Dieng), kentang, tomat, sawi, kol, terong Belanda, dan cabai khas Dieng.
Semakin tinggi kamu mendaki, pemandangan di bawah akan terlihat semakin mengecil, sementara kamu memasuki kawasan hutan dan dikelilingi pepohonan pinus yang tinggi. Di puncaknya, kamu akan mendapati area landai yang lapang tempat para pendaki mendirikan tenda. Dari sini, kamu bisa melihat hamparan hijau tanah Dieng, berupa baris-baris lahan pertanian, perbukitan yang meliuk-liuk, pedesaan yang nampak kecil, dan bahkan Telaga Warna di kejauhan.
Pemandangan sunrise dari puncak Gunung Prau pun sangat membius. Kalau kamu mendaki sampai ke puncaknya, kamu wajib menyaksikan magical moment ketika semburat matahari muncul di atas gumpalan awan. Dan saat itulah kamu akan membenarkan mereka yang menjuluki Dieng sebagai negeri di atas awan.


0 komentar:
Posting Komentar