Sabtu, 04 Juni 2016

Air Terjun Mardagaripura


Masih berada di kawasan yang dekat dengan Gunung Bromo, kita bisa menjumpai air terjun yang begitu spektakuler dan indah. Air terjun ini biasa disebut Madakaripura. Di tempat ini dianggap sebagai tempat meditasi terakhir dari patih dari Majapahit yang ternama yaitu Patih Gajah Mada. Ayo kita berkunjung ke Air Terjun Madakaripura.

Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru

Air Terjun Madakaripura masih berada di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Di kawasan ini, Anda bisa menikmati keindahan Gunung Bromo yang sudah terkenal di berbagai penjuru dunia. Ya, seluruh kawasan ini memang menyajikan alam yang begitu unik, dari lautan pasir yang memukau di Gunung Bromo, kemegahan Gunung Semeru hingga alam sekitarnya yang begitu indah. Termasuk di sisi lain kawasan ini, Anda juga bisa menikmati betapa indah dan spektakulernya Air Terjun Madakaripura. Air terjun ini terletak kira-kira 1 jam perjalanan ke sebelah utara Bromo.
Lokasi Air Terjun Madakaripura menuju arah Kabupaten Probolinggo, tepatnya di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Propinsi Jawa Timur. Kota besar terdekat dengan kawasan ini adalah Surabaya dan Malang. Perjalanan dari Surabaya sekitar 3 jam menuju kawasan Bromo lalu dilanjutkan ke Air Terjun Madakaripura.

Air Terjun Tertinggi di Jawa

Memang untuk menuju Air Terjun Madakaripura tidak terlalu mudah. Dari pintu masuk, Anda perlu berjalan kaki menyusuri lembah di Pegunungan Tengger. Medan yang dilalui juga jalan berbatu, beberapa di antaranya sudah berupa jalan yang rapi namun sering rusak ketika terjadi banjir bandang, termasuk menyeberangi beberapa sungai. Namun Anda akan dipuaskan dengan kesejukan udara dan keindahan alam sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Madakaripura.
Anda juga bisa melihat patung Patih Gajah Mada sebelum melanjutkan perjalanan menujuAir Terjun Madakaripura. Dengan berjalan kaki tidak lebih dari 30 menit, Anda akan kagum menyaksikan langsung keindahan Air Terjun Madakaripura. Di kedalaman lembah yang menyerupai tabung, yang dikelilingi tebing yang sangat tinggi, Anda akan melihat betapa megahnya Air Terjun Madakaripura. Itu
Air Terjun Madakaripura dengan ketinggian sekitar 200 meter, merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa. Bahkan di Indonesia, air terjun ini menempati posisi kedua tertinggi di Indonesia setelah Air Terjun Sigura-gura di dekat Danau Toba, Sumatera Utara.

Itu sebabnya, perjalanan dengan berjalan kaki menuju Madakaripura tidaklah sia-sia. Anda akan menjumpai pemandangan yang membuat takjub dengan pesona kemegahan alam di sekitarnya. Hempasan air yang begitu deras membuat butir-butir air bagai kabut meliputi permukaan danau sedalam 7 meter di bawah air terjun ini.
Di sekitar air terjun terdapat gua yang diyakini sebagai tempat meditasi dari Patih Gajah Mada. Di tempat ini, menurut kisah turun temurun, patih Gajah Mada mendapat kesaktiannya dan di tempat ini pula diyakini patih tersebut menghilang secara mistis. Itu sebabnya lokasi ini disebut Madakaripura, yang berarti "tempat terakhir". Hal ini juga yang menyebabkan kawasan ini sering dikunjungi oleh penduduk Tengger untuk melakukan ritual tertentu, khususnya pada hari-hari tertentu.


Fasilitas

Di sekitar lokasi Air Terjun Madakaripura sudah terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman. Sehingga Anda tidak perlu takut kelaparan karena udara dingin di lokasi ini. Anda bisa menikmati makanan dan minuman yang tersedia di warung-warung di sekitar Air Terjun Madakaripura.
Selain itu, terdapat juga penyewaan payung dan plastik untuk menyimpan berbagai barang bawaan Anda. Hal ini karena air terjun yang begitu deras di sepanjang tebing menuju Air Terjun Madakaripura sehingga bisa membuat Anda basah. Juga tersedia kamar mandi di lokasi ini.
Ikuti juga petunjuk dari pemandu wisata setempat. Khususnya danau di bawah Air Terjun Madakaripura memiliki arus yang cukup deras. Sungai-sungai di sekitarnya juga bisa meluap dan terjadi banjir bandang khususnya di musim hujan, sehingga Anda perlu lebih berhati-hati jika mengunjungi air terjun ini di musim hujan.
Meski demikian, pemerintah daerah setempat dapat lebih memperhatikan semua fasilitas dan layanan yang tersedia di kawasan wisata ini. Karena masih banyaknya fasilitas yang kurang memadai maupun layanan yang kurang baik dari para pemandu atau penjaga parkir kendaraan.

Air Terjun Madakaripura merupakan salah satu kawasan wisata yang bisa Anda kunjungi setelah berkunjung ke Gunung Bromo. Dengan kemegahannya, air terjun ini dengan abadi akan mencurahkan airnya setiap saat di dalam "tabung raksasa" yang berada di kedalaman lembah Pegunungan Tengger.

Keindahan Di Balik Legenda Objek Wisata Danau Toba Dan Pulau Samosir

Danau Toba dan Pulau Samosir | Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki segudang destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari gunung es yang ada di Papua dan wisatanya yang terkenal Raja Ampat, pesona dasar laut yang ada di Wakatobi, hingga puluhan candi bersejarah. Tak cukup sampai disitu, masih banyak lagi wisata yang menarik di Indonesia. Namun kali ini twisata.com akan mengulas tentang salah satu danau vulkanik terbesar se – Asia Tenggara dan terdalam di dunia. Tepatnya di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Terletak pada titik koordinat 3,58° Lintang Utara dan 98,67° Bujur Timur. Danau ini biasa dikenal dengan sebutan “ Danau Toba ”.
Danau Toba memiliki panjang 100 km dan lebar 30 km. Dengan kedalaman sekitar 450 m. Luasnya mencapai 1.145 kilometer persegi. Danau ini merupakan salah satu objek wisata andalan di pulau Sumatra. Karena pesonanya yang sangat mengagumkan, hingga dapat memikat hati para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Danau Toba merupkan wisata alam yang menakjubkan. Udara sejuk, ditambah dengan birunya air danau yang menjadi tempat berenangnya ikan – ikan batak. Dengan dikelilingi hijaunya pohon pinus yang menambah ketenangan di tempat ini.  Di tengah hamparan luasnya Danau Toba, terdapat satu pulau yang disebut dengan Pulau Samosir. Pulau inilah yang juga menambah suasana indah di Danau Toba. Luas Pulau Samosir hampir sama dengan luas negara Singapura. Pulau Samosir juga memiliki dua danau yang indah, biasa dikenal dengan Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni. Pulau Samosir dihuni oleh suku Batak Samosir. Kini tercatat penduduk di Pulau Samosir mencapai 580.428 jiwa.

Sejarah / Legenda Danau Toba Dan Pulau Samosir

Menurut penelitian para ahli geologi, kawah Danau Toba terbentuk karena adanya letusan gunung berapi super vulkanik. Yang dipercaya terjadi sekitar 77 ribu tahun yang lalu. Letusan ini tergolong sangat dahsyat jika dibandingkan dengan gunung berapi lainnya, hingga mencapai ribuan kali letusan pada gunung berapi normal. Letusan maha dahsyat ini  mengakibatkan perubahan iklim di dunia.
Ahli geologi mengungkapkan, letusan gunung Toba menyebabkan penurunan suhu di dunia, hingga mencapai 5 derajad celcius. Selain itu, hampir diseluruh bagian dunia, ditemukan debu yang berasal dari letusan gunung ini. Hal ini dibuktikan dengan struktur molekul debu vulkanik yang sama hingga mencapai 2100 titik. Sangat mengejutkan. Tak sampai disitu, debu ini juga ditemukan di kutub utara. Inilah yang memunculkan statemen, betapa maha dahsyatnya letusan gunung berapi tersebut. Letusan gunung berapi ini juga dipercaya memusnahkan sekitar 60 persen penduduk dunia beserta mahluk hidup lainnya, sehingga di percaya inilah yang menyebabkan kepunahan masal kala itu. Letusan itulah yang dipercaya dapat membentuk satu kaldera yang kemudian terisi air, hingga sekarang dikenal sebagai Danau Toba, danau terbesar se – Asia tenggara dan terdalam di dunia.Sedangkan karena tekanan magma yang tidak bisa keluar, akhirnya ditengah – tengah danau tersebut muncul sebuah pulau yang dikenal dengan nama Pulau Samosir.
Namun berbeda dengan kepercayaan masyarakat tentang asal – usul adanya Danau Toba dan Pulau Samosir. Masyarakat Batak memiliki cerita legenda tersendiri dari danau tersebut. Konon ceritanya, pada zaman dahulu, di daerah sekitar Toba ada sebuah gunung yang menjulang sangat tinggi dan memecah langit, Gunung itu sangat indah. Di sekitar gunung tersebut terdapat sebuah lembah yang beraliran sungai kecil.
Hiduplah pemuda yang miskin dan kerjanya memancing. Pemuda ini bernama Toba. Di aliran sungai kecil itulah biasanya Toba memancing. Suatu saat, Toba memancing dari pagi hingga sore hari, namun tak di dapatkannya satu ikan pun. Toba kesal dan putus asa. Dan ketika ia hendah menarik pancingnnya untuk dibawa pulang, Toba terkejut, karena ada yang menarik kailnya. Ia pun segera menariknya, dan ternyata ikan emas yang sangat besar pun di dapatnya. Toba bersorak gembira karenanya. Dengan perasaan senang, Toba pulang dengan membawa ikan emas tersebut.
Toba ingin cepat menggoreng ikan tangkapannya tersebut. Namun Toba tersentak kaget karena ada yang memanggilnya. “ Hey pemuda ”. Toba mencari asal suara tersebut, akan tetapi tak ditemukannya. “ Aku disini, ikan emas hasil tangkapanmu ”, Toba segera melihatnya, dan ternyata benar, ikan tersebut bisa bicara. Toba terheran – heran dengan apa yang disaksikannya saat itu. Ikan itu berkata lagi “ Jangan kau makan akau pemuda. Taruhlah aku di gubuk milikmu, dan kau boleh datang lagi tiga hari setelah itu ”. Toba tak banyak bertanya, ia hanya menuruti permintaan ikan emas tersebut. Toba meletakkan ikan itu di gubuk kecil miliknya. Toba pun pulang dengan tangan kosong. Namun Toba masih bertanya – tanya dan heran dengan apa yang terjadi.
Tiga hari pun berlalu, Toba sudah tak sabar untuk menemui ikan ajaib itu. Sesampainya disana, ia dikejutkan lagi dengan sosok gadis yang berparas cantik. Dengan gugup Toba pun memberanikan diri untuk menyapanya “ Si..si..apa kau? ”. Gadis itupun menjawab pertanyaan Toba dengan suaranya yang merdu “ Aku adalah ikan emas hasil tangkapanmu tiga hari yang lalu ”. Toba sungguh heran dan tak percaya, namun gadis itu mencoba meyakinkannya. Gadis tersebut juga menjelaskan, bahwa ia adalah putri penguasa air yang bernama Nauli.
Karena terpesona dengan kecantikan gadis ikan emas tersebut, Toba pun merayunya. Putri penguasa air itupun tersipu malu dan menjawab “ Aku mau jadi istrimu ”. dengan setengah tak percaya, Toba merasa sangat bahagia. Namun gadis itu melanjutkan lagi perkataannya “ Dengan satu perjanjian, setelaah kita menikah, jangan kau sebut – sebut lagi dari mana asal usulku, apapun yang terjadi. Apabila kau mengingkarinya, aku akan kembali ke wujud asalku, dan meninggalkanmu ”. Toba pun sanggup dan menyetujui perjanjian tersebut. dan kemudian membawa gadis itu pulang untuk dinikahinya.
Setelah menikah mereka hidup bahagia. Toba bekerja sebagai petani dan istrinya adalah ibu rumah tangga. selang beberapa lama dengan kehidupan mereka berdua, akhirnya Toba di kejutkan dengan kebar gembira yang mengabarkan bahwa istrinya telah hamil. Toba semakin sayang pada istrinya tersebut. Waktu pun berlalu, hingga istrinya melahirkan seorang anak laki – laki yang diberikan nama Samosir. Samosir adalah anak yang tampan, mirip seperti ibunya. Samosir tumbuh besar dan sehat. Suatu ketika, Samosir diminta untuk mengantarkan makanan pada ayahnya. Ia pun menyanggupi permintaan ibunya tersebut. Dengan senang hati, ia pun mengantarkan makanan tersebut ke sawah, tempat ayahnya bekerja. Namun ditengah perjalanan, Samosir jatuh. Makan yang dibawanya juga ikut terjatuh. Samosir mengambil dan mengumpulkan makanan tersebut tersebut.
Setelah sampai disawah, Samosir ketakutan untuk memanggil ayahnya. dan kemudian ayahnya melihatnya serta menghampirinya. Samosir hanya tertunduk takut dan tidak mengatakan sepatah – kata apapun kepada ayahnya. Dengan perut lapar, sang ayah bergegas untuk membuka makanan tersebut. Ayahnya kaget melihat makanannya kotor. Ia memarahi Samosir. “ Membawa makanan begini saja tidak becus kau, dasar anak ikan!!! ”.
Samosir ketakutan dan lari pulang. Sesampainya dirumah ia menangis tersedu – sedu sambil menceritakan kejadian yaang dialaminya. Ibunya sedih sekaligus marah pada sang ayahnya, karena sudah mengungkit – ungkit masa lalunya. Nauli meminta Samosir untuk pergi ke daratan yang paling tinggi dari daaerah tersebut. Ia berpesan pada Samosir, “ Akan ada badai besar nak, segeralah lari dan jaga dirimu baik – baik ”. “ Tapi bu, aku mau bersama ibu ” kata Samosir. “ Tak usah kau khawatirkan ibu, ibu baik – baik saja ” jawab sang ibu. Akhirnya Samosir pun mau memenuhi permintaan sang ibu, ia berlari dengan kencangnya menuju daratan tersebut. Tak berapa lama ketika Samosir sampai atas bukit, terjadilah badai besar dan meluluhkan seluruh daratan sekitar. Hujan deras turun tak henti – hentinya, sehingga menjadikan danau yang sangat besar. Sedangkan Nauli kembali menjadi ikan di danau itu. Danau tersebut kita kenal dengan Danau Toba, sedangkaan dataran yang di tempati Samosir bernama Pulau Samosir.
Itulah sekelumit cerita tentang asal – usul Danau Toba. Selain cerita tersebut, ada hal mistis yang sampai sekarang masih dipegang teguh oleh masyarakat batak sekitar Danau Toba. Mereka percaya, jika danau tersebut dihuni oleh “ Namboru ” yang artinya tujuh dewi yang dipercaya sebagai nenek moyang suku Batak. Biasanya sebelum melakukan upacara, penduduk sekitar haruslah meminta izin terlebih dahulu pada Namboru.

Ruter Perjalanan Menuju Danau Toba

Perjalan yang panjang jika Anda ingin menikmati keindahan alam yang luar bisa di bagian utara pulau Sumatra ini. Anda harus harus siapkan materi dan fisik untuk mengarungi perjalan ini. Jalur transit terdekat untuk mengunjungi Danau Toba adalah Medan.
Jadi untuk Anda yang datang dari luar kota Anda bisa melakukan perjalanan dengan Transit di Kota Medan baik itu di Bandara Kualanamu yang merupakan bandar udara internasional di Medan, atau bisa juga transit di terminal Amplas untuk Anda yang menggunakan jalur darat.
Dari Kota Medan perjalanan Anda bisa dilanjutkan ke Danau Toba dengan menggunakan Bus Damri menuju Simpang Kayu Besar, fasilitas dari Bus ini terbilang cukup bagus, dilengkapi dengan Ac dan Toilet didalamnya, jadi jangan sampai ketiduran yaaaaa, hehehehehe. Sesampai diSimpang Kayu Besar Anda harus berganti kendaraan dengan kendaraa lain dengan arah tujuan Perapat. Sebenarnya ada juga jasa penyedia transportasi yang bisa Anda sewa dengan rute perjalanan Medan - Perapat, tetapi harganya agak lumayan mahal, ya sebanding lah dengan pelayanan yang diberikan.
Setelah sampai di Perapat, Anda sudah bisa menikmati suasana pemandangan Danau Toba, akan tetapi apabila Anda berkeinginan untuk kepulau Samosir, Anda harus menyeberang dengan menggunakan transportasi kapal Ferry dengan tujuan Tuktuk Siodang di pulau Samosir. Tempat ini merupakan tempat yang strategis untuk menikmati keindahan Danau Toba seutuhnya.

Kegiatan Yang Bisa Dilakukan di Danau Toba Dan Pulau Samosir

Pemandangan di sekitar Danau Toba sangatlah indah. Dikelilingi hutan pinus yang berbaris rapi serta air terjun yang mempesona dan pemandian air hangat yang akan menyegarkan Anda. Di perairan Danau Toba, dihuni oleh jenis ikan yang unik. Masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan Ikan Batak atau dalam nama ilmiahnya Remis Toba (Corbicula tobae), yang termasuk jenis Lissochilus sumatranus dan Labeobarbus soro. Berbagai macam fauna juga mendiami daerah sekitar Danau Toba. Selain itu, daratan disekitar Danau Toba tergolong subur. Disana tumbuh berbagai macam tanaman, mulai dari pohon pinus hingga berbagai macam pohon berbuah. Selain itu, juga banyak tanaman obat yang tumbuh subur disana, tak jarang pula anda akan menjumpai beberapa jenis bunga yang cantik dan indah.
Disini Anda bisa melakukan kegiatan - kegiatan seperti bermain jetsky, mengelilingi danau dengan menggunakan perahu, menikmati tantangan menaiki banana boot, menyaksikan berbagai tarian adat setempat, menyaksikan perlombaan balap perahu, mencoba tantangan wahana yang ada di Dana Toba, melihat fenomena alam batu gantung dan masih banyak lagi yang lainya, Anda juga bisa berjalan - jalan mengelilingi desa yang ada di Pulau Samosir.
Dua desa Pulau Samosir sering dikunjungi oleh para wisatawan adalah Desa Tomok dan Tuktuk. Tomok merupakan desa yang memiliki banyak tempat penginapan bagi para wisatawan. Sedangkan Tumuk merupakan desa yang memiliki beberapa wisata yang penting untuk dikunjungi. Seperti Museum Batak, pertunjukan tari boneka Sigale - gale yang merupakan tarian khas dari pulau Samosir, serta tempat peristirahatan terakhir Raja Sidabutar. Selain itu, di Pulau Samosir Anda akan menemukan pegunungan berkabut dan air terjun. Anda akan disambut oleh keramahan masyaraakat Batak yang membuat Anda betah berlama – lama di tempat ini.
Warga sekitar Danau Toba bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Mereka mengandalkan kekayaan alam disekitar tempat pemukiman di Danau Toba. Mereka juga selalu menjunjung tinggi budaya dan tradisi serta kearifan lokal dari Danau Toba. Budaya mereka sangatlah kental dan bernuansa Batak. Di sekitar Danau Toba juga ada beberapa tempat yang ramai dikunjungi pera wisatawan. Balige, merupakan salah satu kecamatan yang selalu ramai pengunjung. Balige adalah ibu kota kabupaten Samosir. Dari Balige, anda dapat menyaksikan panorama Danau Toba yang menawan.
Daerah ini terbilang cukup strategis untuk mendapatkan suasana terbaik dari pemandangan alam Danau Toba. Selain itu, Balige juga terkenal dengan pasarnya yang menjual berbagai macam souvenir unik. Di Balige, anda juga dapat menemukan deretan penjual kuliner khas masyarakat Batak. Balige juga menyimpan museum bersejarah yang bernuansa Batak, sekaligus memuat barang peninggalan suku Batak. Museum ini dikenal dengan nama T. B. Silalahi. Nama itu diambil dari pendiri mueum ini yang bernama T. B. Silalahi. Selain itu, disini juga terdapat makam Sisingamangaraja XII, seorang pahlawan yang terkenal di Indonesia. Tempat lain yang biasanya ramai pengunjung yaitu, Pantai Lumban Silintong. Disana Anda dapat menyaksikan pemandangan yang indah dan menawan yang terletak di tepi Danau Toba.
Selain Balige ada juga Brastagi, yang merupakan salah satu destinasi andalan di Danau Toba. Brastagi merupakan wisata puncak yang menyimpan keindahan alam yang menarik. Disana, Anda bisa menikmati sejuknya udara dan pemandaangan gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Hijaunya pepohonan pun ikut mewarnai keindahan di Brastagi. Tidak hanya itu air terjun Sipiso Piso yang sangat indah dan menyegarkan juga ada disana. Dari puncak Brastagi, Anda bisa melihat Danau Toba yang membentang luas.

Oleh – Oleh Dan Kuliner di Danau Toba

Di daerah sekitar Danau Toba memang dihuni suku Batak dengan berbagai keunikan dari budayanya. Untuk cendramata khas masyarakat batak pun juga beragam, mulai dari gitar unik yang terbuat dari kayu khas batak, sampai kalender kuno yang ditulis tangan, tentunya juga asli dari Batak, dan banyak lagi souvenir yang unik lainnya. Surganya berbelanja barang – barang antik dan unik khas Batak ada di Pulau Samosir. Disana ada berbagai souvenir yang menarik. Salah satunya yaitu, kain ulos. Kain ulos merupakan kain hasil tenunan yang biasanya berwarna merah, putih dan hitam, serta dihias bengan benang berwarna emas.
Untuk kuliner, banyak sekali kuliner yang unik dari tempat ini, beberapa restoran juga ada disini diantaranya Elios Restauran, Rumba Pizza, Romlan Guest House, Tabo Restaurant dan Budha Resto semua menyajikan hidangan yang menggugah selera Anda.

Tips Mengunjungi Danau Toba dan Pulau Samosir

1. Pilih Waktu Yang Tepat

Berkunjunglah pada bulan April sampai Agustus. Karena di bulan – bulan ini, cuaca disana cerah, sehingga Anda bisa menikmati wisata Danau Toba dengan nyaman.

2. Mengunjungi Pada Waktu Adanya Upacara Adat

Keuntungan bagi Anda apabila menunjungi wisata Danau Toba, ketika masyarakat setempat sedang melakukan upacara ritual atau pesta rakyat Danau Toba adalah Anda bisa menyaksikan langsung kemeriahan acara tersebut. selain itu ada sebuah event yang sangat ramai disini yaitu Festifal Danau Toba

3. Memilih Moment Dokumentasi

Jika anda ingin mendapatkan hasil foto yang bagus dari Danau Toba, waktunya cukup terbatas, hanya sekitar 1 jam saja. Pagi jam 05.30 hingga 06.30 sedangkan di sore hari jam 16.00 hingga 17.00. waktu – waktu ini sering disebut sebagai  Golden hours. Karena pada saat inilah, cahaya terbaik yaang disuguhkan di Danau Toba.

4. Berhati Hati Saat Bekunjung Ke Air Terjun Sipiso Piso

Untuk mengunjungi  Air Terjun Sipiso Piso, berhati – hatilah, karena beberapa jalan yang akan Anda dilalui mempunyai medan yang licin dan curam.

5. Gunakan Sepatu

Untuk kenyamanan Anda dalam berwisata ke Danau Toba, bisa menggunakan sepatu untuk berkeliling sekitar Danau Toba.
Itulah ulasan mengenai destinasi objek wisata Danau Toba dan keindahan Pulau Samosir, semoga ulasan diatas bisa bermanfaat bagi Anda sekalian.

Tempat Wisata Air Terjun Tegenungan Gianyar

Bali tidak hanya terkenal akan seni budaya yang sangat unik, tetapi memiliki alam yang sungguh indah dan mampu menarik pengunjung untuk datang kembali ke Bali. Objek wisata alam air terjun merupakan salah satu objek wisata alam yang ada di Bali. Hampir semua kabupaten di Bali memiliki objek wisata air terjun dan salah satunya tempat wisata air terjun tegenunganada di kabupaten Gianyar. 


Air terjun tegenungan berada di Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Jika Anda datang dari kawasanKota Denpasar jaraknya hanya sekitar 16 km atau memerlukan waktu kurang lebih 30 menit dengan kendaraan bermotor. Dari Denpasar arahkan kendaraan Anda menuju Pasar Seni Sukawati. Setelah melewati Pasar Seni Sukawati, teruskan perjalanan Anda hingga sampai dipertigaan jalan Raya Sakah yang terdapat sebuah patung berbentuk bayi raksasa (Patung Rare Kumara), lalu belok ke kanan menuju Jalan Raya Kemenuh. Setelah tiba di jalan Raya Kemenuh akan menemukan perempatan jalan dengan lampu merah dan ada penunjuk arah ke Tegenungan. Dari perempatan tersebut, Anda belok kanan menuju Jalan Raya Ir. Sutami. Setelah menyusuri Jalan Raya Ir. Sutami maka akan menemukan tanda “Objek Wisata Waterfall (Air Terjun) Tegenungan”. Lalu berbelok ke kiri kemudian ikuti jalan tersebut untuk menuju area parkir air terjun Tegenungan. Untuk peta menuju Air Terjun Tegenungan dari Bandara Ngurah Rai silahkan lihat di Google Map. Atau jika datang dari Kota Denpasar silahkan lihat di sini.
 Air Terjun Tegenungan Gianyar
Plang Air Terjun Tegenungan
Di sekitar air terjun Tegenungan memiliki pemandangan yang cukup indah dengan pepohonan yang menghijau. Untuk mencapai di air terjun yang tingginya kurang lebih 40 meter itu, dari tempat parkir Anda harus menuruni ratusan anak tangga yang sudah tertata dengan baik. Anda juga harus menyusuri tepian Tukad (sungai) Petanu untuk melihat air terjun dari jarak yang lebih dekat.

Air Terjun Tegenungan Gianyar
Air terjun tegenungan
Tempat wisata air terjun Tegenungan merupakan objek wisata air terjun yang paling dekat dengan Kota Denpasar memiliki air yang bersih dan bening jika tidak musim hujan, karena pada saat musim hujan airnya akan menjadi keruh. Adapun aktivitas yang bisa dilakukan di air terjun Tegenungan yakni duduk santai di atas batu untuk menikmati indahnya air terjun dan mendengar jatuhnya air, bisa juga mandi atau sekedar bermain-main air, dan berfoto-foto untuk mengabadikan momen-momen indah.

Karena air terjun tegenungan merupakan objek wisata maka pemerintah setempat menyediakan fasilitas pendukung seperti area parkir yang cukup luas yang mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat, terdapat warung-warung sederhana yang menjual makanan dan minuman ringan, terdapat restoran dan vila di sekitar air terjun tegenungan. Dari warung-warung sederhana yang tersedia di sekitar area parkir, Anda bisa menikamti makanan atau minuman sambil menyaksikan keindahan objek wisata air terjun Tegenungan dari kejauhan.

Air Terjun Tegenungan
Air terjun tegenungan pada saat musih hujan

Tempat Wisata Air Terjun Tegenungan Gianyar
Air Tegenungan Musim Kemarau
Selain itu, di dekat air terjun telah dibangun tempat-tempat pemandian dengan beberapa pancuran yang berasal dari mata air alami. Penduduk sekitar sering mandi dan mengambil air untuk konsumsi sehari-hari di pemandian tersebut, terutama pada pagi dan sore hari. Kalau Anda mau, Anda juga bisa mandi di sana. Selain wisatawan mancanegara, dalam musim liburan objek wisata tersebut juga banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal sekitar Gianyar, Denpasar dan Klungkung. Anda harus mengeluarkan biaya masuk sebesar Rp. 5000 untuk anak-anak dan Rp. 10.000,00 untuk orang dewasa.

Bagaimana? Anda tertarik untuk mengunjungi objek wisata air terjun tegenungan in? Silahkan siapkan diri Anda untuk berwisata ke air terjun tegenungan dan jangan lupa membawa kamera pribadi Anda. Salam liburan.

TAHURA SULTAN ADAM MANDIANGIN

Tahura (Taman Hutan Raya) Mandiangin yang terletak di kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan) merupakan objek wisata yang komplit, nuansa alam pegunungan yang terlihat dari jalan masuknya yang dipenuhi rimbun pepohonan, Air Terjun, kolam renang serta wisata sejarah Benteng belanda.
Mandiangin merupakan salah satu alternatif wisata yang murah meriah, hanya dengan membayar karcis masuk Rp. 2.500 anda dapat menikmati fasilitas yang ada, dan saat ini pengelola sedang melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas serta dibangunnya kantor di lokasi ini.
Tempat ini selalu dikunjungi oleh berbagai macam orang dan tujuan yang berbeda, dari sekedar refresing sampai pacaran, namun bagi para organisasi kemahasiswaan (UKM) yang ada di kalsel merupakan tempat favorit untuk melaksanakan kegiatan di alam, khususnya yang berbasis alam seperti KSR-PMI dan Mapala. Karena di lokasi ini ada banyak lapangan yang bisa dijadikan sebagai Basecamp dan tempat berkemah, hampir tiap minggu ada terus yang mengadakan kegiatan di tempat ini.Selain itu sumber air yang cukup serta banyak warungnya warung juga menambah fasilitas di tempat ini, di tengah-tenga ada deretan pohon pinus yang cukup indah untuk dinikmati malahan ada yang membuat rumah pohon di atasny walaupun sekarang sudah rusak.
Mendaki sedikit ke arah puncak dengan menyusuri sungai anda akan menemukan sebuah Air terjun yang cukup tinggi apalagi ketika airnya sedang deras anda akan betah berlama-lama menikmati kesejukannya. Terus mendaki meleluai Air terjun mengikuti jalur yang ada menuju kolam belanda anda akan disuguhi pemandangan dari atas gurung yang luas dan indah, sesampainya di Kolam Belanda kita juga bisa mandi sepuasnya tanpa dipungut bayaran, kolam yang dibangun pada jaman belanda ini memiliki nilai historis yang tinggi beserta dengan Benteng yang ada di bagian atas yang dapat dicapai dengan sedikit mendaki lagi. Dan dari atas sini pemandangannya sangat indah, sejauh mata memandang anda dapat melihat padang ilalang dikejauhan dan lokasi penambangan batu alam.



sumber : http://www.backpackerborneo.com/2010/10/tahura-sultan-adam-mandiangin.html